1.
Agama
dan Masyakat
Adanya agama di dalam masyarakat
telah mengubah cara pandang mengenai kehidupan sosial, argumentasi rasional
tentang hidup dan mati, dan tentunya tentang Tuhan. Agama telah menjadi tempat
untuk mencari makna hidup yang final. Akibatnya agama akan tercermin dalam
hidup seseorang, dan pada akhirnya pasti terlihat dalam kehidupan
bermasyarakatnya, yakni kedua hal tersebut tidak boleh bersifat berlawanan.
Agama juga akan muncul dalam organisasi sebagai perwujudan kolektivitas
ekspresi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam masyarakat sendiri, agama
juga adalah pedoman berperilaku yang dapat menciptakan emosi keagamaan,
keyakinan akan sifat faham, upacara, kesatuan sosial yang terikat terhadap
agamanya, bahkan juga berpengaruh kepada masalah keluarga, bernegara, konsumsi,
produksi, hari libur, juga prinsip waris.
Berbedanya latar belakang sosial
dan agama menyebabkan masyarakat memiliki nilai yang berbeda juga. Dalam hal
inilah kebhinekaan perlu dipupuk demi terjaganya kerukunan antar umat beragama.
Sebab bila kebhinekaan itu ditiadakan akan menghasilkan disorganisasi sosial di
mana bentuk sosial dan kultur yang telah mapan menjadi ambruk.